what did REVERENGE do?

P3030064

Zhing adalah seorang wanita yang terpaksa harus menjadi orang tua tunggal bagi anaknya yang berusia 5 tahun sejak suami tercintanya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Kematian suaminya ini menanamkan dendam di hatinya kepada Liang, petugas kebakaran yang tak sengaja menyebabkan kematian suaminya itu. Bahkan Zhing juga mengingatkan anaknya itu bahwa Liang adalah musuh mereka berdua.

Sedangkan Liang, setelah keluar dari penjara, dia datang meminta maaf kepada Zhing dan mengatakan dia akan membantu menyekolahkan anaknya. Namun Zhing yang melihat Liang menjadi seperti orang gila. Dia menarik-narik baju Liang, memukulnya, dan memakinya. Zhing berharap Liang segera mendapat karmanya, karena dia dan anaknya akan selalu mengingat dendam ini dan akan membenci Liang seumur hidup mereka.

Liang yang kewalahan menghadapi Zhing akhirnya meninggalkan tempat itu.

Keadaan ekonomi Zhing semakin sulit sampai dia menikah lagi. Namun keadaan ini tak bertahan lama karena setelah menikah beberapa lama, suaminya mengalami kecelakaan dan lumpuh. Suaminya hanya bisa menjadi pedagang kaki lima menjual buah-buahan, sedangkan Zhing bekerja di sebuah pabrik makanan. Setiap hari dia bekerja 10 jam lebih untuk mendapatkan 6 Yuan saja. Keadaan seperti inilah yang membuatnya bekerja begitu keras dan perlahan melupakan dendamnya.

Beruntung, anaknya mendapatkan orang tua asuh yang memberikan bantuan sebesar 100 Yuan untuk sekolah anaknya. Dan ketika sudah 10 kali menerima bantuan, Zhing merasa sudah saatnya dia menemui orang tua asuh anaknya untuk mengucapkan terima kasih. Namun ketika dia berusaha mencari orang tersebut, dia mendapati bahwa nama dan alamat orang ini palsu.

Setiap bulan dia terus mendapatkan bantuan yang sama sampai 5 tahun. Total keseluruhan bantuan itu adalah 6.000 Yuan, anaknya sudah tamat SMP dan masuk SMA.

Bantuan ini menjadi perbincangan dan menarik media. Wartawan berusaha mencari “Si Penolong” ini dan menemukan seorang perempuan paruh baya, penjual sayur berwajah penuh kerutan. Wartawan bertanya mengenai bantuan itu namun dia tak mau menjawab. Setelah didesak, si perempuan tua itu berkata, “Saya bukan orang tua asuh. Saya hanya membayar hutang suami saya. Dia pernah menjadi pemadam kebakaran dan tanpa sengaja menyebabkan kematian ayah anak itu. Suami saya selalu merasa bersalah dan menjadi sakit. Sebelum meninggal dia berpesan supaya saya membayar hutangnya, walau bagaimanapun harus membantu anak itu.”

“Bagaimana ibu setiap bulan mendapatkan 100 Yuan untuk membantu anak itu?”, tanya si wartawan.
“Saya belajar menanam sayur, setiap hari membawa sayur yang saya tanam untuk dijual ke kota, dan pendapatan saya setiap bulan 200 Yuan.” jawab perempuan itu. “Jangan biarkan mereka tahu masalah ini, saya ingin menyekolahkan anak itu sampai ke perguruan tinggi.”

Zhing yang mengetahui bahwa bantuan yang dia terima berasal dari musuhnya, dia bersama anaknya pergi ke desa tempat kenangan pahit mereka dan menemui perempuan itu. Sesampainya di rumah musuhnya, perempuan tua itu segera berlutut memohon maaf mewakili suaminya. Zhing dan anaknya membantu perempuan itu berdiri.

Zhing menangis, dia memandang rumah reyot yang lantai rumahnya dari tanah liat itu, dan menatap wajah perempuan tua yang penuh kerutan itu, yang demi menolong anaknya sekolah bekerja begtu susah payah. Dia sangat terharu dan kemudian berlutut dan berucap, “Kakak.”

Zhing yang sudah lama melupakan dendamnya itu, memegang tangan kasar perempuan itu dan menangis. “Bagaimana saya bisa membalas budi baikmu?” katanya. Dia juga menyuruh anaknya berlutut dan mengetuk kepala ke lantai mengucapkan terima kasih kepada perempuan itu.

Selanjutnya, apa yang diucapkan anaknya Zhing membuat kedua perempuan tua itu berpelukan dan menangis gembira. “Setelah saya tamat, saya akan mencari uang untuk membiayai mama dan tante, kalian jangan khawatir.”

Sumber: http://nevergiveup-all.blogspot.com/2011/01/dendam-yang-sirna.html

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s