Make it REAL

Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh. Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut.
One day, a religious leader asked by a pity woman who did not have any place to stay. But he was busy so he promised this woman that he will pray for her.

Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini :
Later, this woman wrote a poem:

Saya kelaparan …
dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya
I am starving…
and You made a discussion group to talk about my hunger.

Saya tergusur …
dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya
I am displaced…
and You went to the place of worship and prayed for my freedom.

Saya ingin bekerja ….
dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya
I want a job…
and You were too busy to forbid job that You thought inappropriate, but it’s not and I need it.

Saya sakit …
dan Anda berlutut bersyukur kepada Tuhan atas kesehatan Anda sendiri
I was sick…
and You were on your knees praying for your own health.

Saya telanjang, tidak punya pakaian …
dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya, bahkan Anda menasehati saya tentang aurat.
I am naked because I don’t have any clothes to wear…
and You asking for my politeness, and advise me about the genitalia.

Saya kesepian …
dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa
I am lonely…
and You leave me alone to pray.

Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Tuhan,
tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan …
You look so holy, closed to God,
but I am still starving, lonely, and cold…

Setelah membaca puisi itu …
After read the poem…

Pemuka agama tadi terharu dan berkata : “kasihan wanita itu” … lalu sibuk berdoa kembali, dan wanita itu tetap tidak memperoleh tempat berteduh.
He was touched by the poem and said, “how pity she is”… then prayed again, and the woman still have no place to stay.

Orang-orang bijak mengatakan :

Satu perbuatan nyata, sekecil apa pun, jauh lebih berarti dibandingkan seribu kata-kata indah.
Satu perbuatan nyata sama dengan seribu kata-kata indah.
Satu perbuatan nyata akan mengundang beberapa perbuatan nyata lainnya.

Wise man said:

One real act, no matter how small, it is more precious than thousands of words.
One real act equal to beautiful thousands of words.
One real act will invite another real act.

 

Source: http://www.lienaaifen.com/motivasi/indahnya-membiasakan-diri-berbuat-nyata/

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s