not push, but pull

Have you read my post “try another exit” ? Well, this has a little bit same message with a different story.

Seorang pria sedang menunggu pesawat yang akan dinaikinya di ruang tunggu bandara. Selang 30 menit kemudian, sebuah suara yang keluar dari pengeras memberitahu agar para penumpang dengan nomor penerbangan sekian tujuan kota X segera menaiki pesawat.
A man was waiting for his plane at an airport. After 30 minutes, there’s a call for all passengers with a X destination to their plane immediately.

Pria tersebut kemudian masuk ke dalam pesawat dan mencari tempat duduk sesuai tiket. Kebetulan ia duduk di samping emergency exit atau pintu keluar darurat. Tidak lama kemudian setelah semua penumpang berada di tempat duduk, datanglah seorang pramugari yang mendekati pria tersebut.
That man went for his plane and tried to find his sit. Accidentally, he sat beside the emergency exit door. After all passengers on their sit, an air hostess came to that man.

Pramugari cantik itu berkata padanya, “Maaf Pak. Kebetulan Bapak duduk di samping pintu darurat. Untuk itu kami mohon kerjasamanya. Jika terjadi sesuatu dan terpaksa harus mendarat darurat, silakan Bapak buka pintu darurat ini agar penumpang bisa keluar darurat. Untuk lebih jelasnya, silakan baca petunjuknya di buku instruksi keselamatan.”
This beautiful air hostess said, “Sorry sir, you sit beside the emergency exit so we need your cooperation. If there’s something happen and we need to have an emergency landing, please open the door so passengers could through. For more clear, please read the safety instruction book.”

Pria itupun menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang disampaikan pramugari itu. Kemudian ia beserta pramugari lainnya segera memberikan instruksi keselamatan kepada para penumpang di saat pesawat mulai berjalan perlahan menuju landasan pacu.
He nod his head as he understood what the air hostess trying to tell him. After that, the air hostess joined her friends to give a safety instruction to the passengers.

Pesawat berhasil lepas landas dan mengudara meninggalkan bandara. Segalanya berjalan dengan normal dan tidak ada masalah sama sekali. Tapi di tengah perjalanan, mesin pesawat tiba-tiba bermasalah sehingga harus dilakukan pendaratan darurat. Para penumpang langsung panik. Mereka diminta untuk memakai pelampung keselamatan dan berdoa agar tidak terjadi apa-apa.
It was taking off well. Everything seemed normal. But in the middle, the machine suddenly had a problem and they need to have an emergency exit. All passengers were panic. They’ve been asking to use the life buoy and pray to everything became alright.

Pria tadi yang duduk di samping pintu darurat segera teringat dengan perkataan pramugari tadi agar segera membuka pintu darurat jika terjadi masalah. Maka ia segera membuka pintu darurat itu. Ia berusaha membuka, tapi pintunya tidak bisa terbuka. Di saat pesawat semakin mendekati daratan, pria itu semakin panik dan mendorong dengan sekuat tenaga, meninju, bahkan menendang pintu tersebut. Tapi, pintu tetap tidak mau terbuka.
The man who sat beside the emergency exit remembered to what the air hostess said to him before, so he tried to open it. The plane had closed to the land and he was panic. With all his strength, he punch and kicked the door but it did not work.

Ia mulai pasrah. Ia berpikir hidupnya akan segera berakhir. Pintu darurat tidak bisa dibuka dan ia tidak akan bisa keluar hidup-hidup. Tapi untunglah, ternyata pesawat dapat mendarat darurat dengan selamat meskipun sedikit hancur. Semua penumpang selamat dan tidak ada yang luka parah meskipun banyak dari mereka yang begitu shock.
He surrendered. He thought, he will die. That door can not be opened and he can’t safe his life. But fortunately, the plane could landed. It was broken but no one hurt bad. They just shocked.

Pintu pesawat akhirnya terbuka dan para penumpang langsung segera berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Pria itu pun ikut keluar dengan langkah cepat. Untunglah tidak terjadi sesuatu yang mengerikan. Semua bernapas lega karena masa kritis sudah lewat.
The door was opened and everyone got out to safe their life, so did the man. 

Pria itu kemudian teringat dengan pramugari yang tadi memberikan instruksi padanya. Ia pun segera mencari dan akhirnya berhasil menemuinya. Ia berkata dengan sedikit marah, “Kamu menyuruhku untuk membuka pintu darurat, tapi pintunya sama sekali tidak bisa dibuka.”
He remembered to the air hostess so tried to find her, and he did. He said angry, “You asked me to open the emergency door, but it did not work at all.”

Lalu pramugari itu membalas, “Pintunya berfungsi dan tidak rusak.”
She said, “There’s nothing wrong with the door.”

Pria tersebut membalas dengan kesal, Saya mendorong dan menendang pintu sampai kaki tanganku kesakitan, tapi tetap tidak terbuka.”
He replied, “I pushed and kicked that door till I hurt my hands and legs, but it still not open.”

Mendengar penjelasan pria itu, si pramugari menghela napas dan menggelengkan kepala sambil berkata, “Pintunya harus ditarik, bukan didorong, baru bisa terbuka. Apakah Bapak tadi membaca buku instruksinya?”
After hear the explanation, the air hostess said: “You should pull the door, not push. Have you read the instruction yet?”

Pria itu wajahnya merah karena malu. Katanya, “Saya tidak membacanya.”
That man turned to shame, he said: “I did not read it.”

Have you try different way?

Source: http://www.lienaaifen.com/motivasi/ubah-tindakan-untuk-raih-keberhasilan/

Advertisements

One thought on “not push, but pull

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s