I need your attention!!

Seorang eksekutif muda dan sukses menempuh perjalanan mengitari lingkungan sekitarnya dengan Jaguar-nya yang baru. Dia mengemudi sedikit terlalu cepat. Dia melihat anak-anak melesat keluar dari antara mobil-mobil yang di parkiran dan melambat ketika ia merasa melihat sesuatu. Ketika mobilnya lewat, tidak ada anak-anak yang muncul. Sebaliknya, sebuah batu bata dilempar di pintu samping mobil. Ia menginjak rem dan memundurkan mobil kembali ke tempat di mana batu bata telah dilempar.
An executive and success man was driving a little bit fast his new Jaguar around  neighborhood.  He saw   some kids running out the parked cars, and became slow when he saw something.  There’s no kids there when he pass that way. But, someone was trowing a brick to the side of his car. He stepped the brake and back to the place where the brick has been thrown.

Eksekutif tersebut lalu marah dan melompat keluar dari mobil, menyambar anak terdekat dan mendorongnya ke sebuah mobil yang di parkiran dan berteriak, “Apa maksudmu dan siapa kamu? Apa yang kamu telah lakukan? Itu mobil baru dan batu bata yang kamu lemparkan itu akan membuat saya mengeluarkan banyak biaya untuk perbaikan. Mengapa kamu melakukannya?”
That man get out side his car and became angry. He grabbed a kid whom closed to him, pushed that kid and yelled, “Who are you and look what did you do that to my car? It is new, and now I have to spent a lot of money to fix it. Why?”



Anak muda itu minta maaf dan berkata, “Maaf, Pak. Saya minta maaf tapi saya tidak tahu apa lagi yang harus saya lakukan. Saya melempar batu bata karena tidak ada orang lain akan berhenti.”Dengan air mata menetes di wajahnya dan dagunya, pemuda tersebut menunjuk ke tempat di mana hanya sebuah mobil yang diparkir. “Ini saudara saya,” katanya. “Dia berguling di tepi jalan dan jatuh dari kursi rodanya dan saya tidak bisa mengangkatnya.”
That kid asked an apologize and said, “I’m sorry sir. I am so sorry, but I don’t know what else to do. I throw that brick because there’s no one will stop to help me.” He was crying while pointed to a parked car. “That is my brother,” he said. “He rolled to the road side and fell from his wheelchair and I can’t get him back to his wheelchair.”

Sambil terisak, anak itu meminta eksekutif tersebut, “Maukah Anda membantu saya mengangkatnya kembali ke kursi rodanya? Dia terluka dan dia terlalu berat bagi saya.”
He still crying and asked the executive man’s help, “Would you help me to get him to his wheelchair? He was hurt and to weight for me.”

Eksekutif tersebut terdiam, segera bergerak dan mengangkat anak cacat tersebut kembali ke kursi roda, kemudian mengambil sapu tangan linennya dan dioleskan pada lukanya. “Semuanya akan baik-baik saja.” Katanya.
The executive man muted, and started to get the kid to his wheelchair. Then, that man took his linen handkerchief and tied it to the kid’s wound. 


“Terima kasih dan semoga Tuhan memberkati Anda,” kata anak bersyukur kepada eksekutif tersebut.
“Thank you and God bless you,” said that kid to the executive man.


Terlalu terguncang untuk berkata-kata, pria itu hanya mengamati anak itu mendorong kursi roda kakaknya menuruni trotoar menuju rumah mereka.
He was too shaking to speak any words. He just looked the kid pushed his brother wheelchair down the trotoar to their home. 


Kemudian dia berjalan dengan lambat kembali ke Jaguar. Kerusakan itu sangat terlihat, tetapi eksekutif tersebut tidak mempedulikannya lagi. Dia terus berpikir dan mengingatkan dirinya tentang pesan ini:
After that, he walked slow to his Jaguar. The damage was so noticeable, but he did not pay it attention anymore. He kept thinking and remembering himself to this message:


“Janganlah melalui hidup begitu cepat dan menunggu seseorang untuk melempar batu bata pada Anda untuk mendapatkan perhatian Anda!”
“Do not spent your life to fast and waiting for someone to throw a brick to you to get any attention of you!”


Tuhan berbisik dalam jiwa kita dan berbicara kepada hati kita. Kadang-kadang ketika kita tidak punya waktu untuk mendengarkan, Dia telah melemparkan batu bata pada kita. Ini adalah pilihan kita untuk mendengarkannya atau tidak.
God whispered to our soul and spoke to our heart. Sometimes when we have no time to listened, He had thrown a brick to us, and let us make a choice to listened to him or not.

Source: http://kutipananda.blogspot.com/2011/09/melempar-batu-bata.html

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s